Sabtu, 20 September 2014

Menangis Semalam

In Memoriam

Air mata kian berguguran
Rindu yang terhimpit
Menggelegar seperti tangisan bayi
Daging yang terkoyak
Ingatan membuat deras air mata
Gigi saling menggigit menahan rasa rindu yang terhimpit
Tatapan mata yang dirindukan
Canda tawa yang kurindukan
Perhatian yang kurindukan
Ketulusan cinta kasih yang kurindukan
Sosok yang takkan pernah bisa tergantikan
Apapun dan siapapun…
Sosok tunggal yang hanya akan kekal dalam sanubari
Menangis…mengobati rindu dan tak pernah ada yang tahu
Sedalam atau sejauh apapun rindu itu hadir
Ku panjatkan kasih dan doa bagimu
Bagimu yang selalu hinggap kekal dalam hatiku
Anak bungsu memang cengeng
Anak bungsu memang lemah
Anak bungsu memang butuh pelukanmu
Anak bungsumu memang baru menangis semalam
Anak bungsumu berikrar untuk setia pada cinta kasihnya
Anak bungsu kini sudah beranjak dewasa
Berbeda dengan anak bungsu 10 atau 15 tahun yang lalu
Dengan keluguan dan kepolosan
Kini anak bungsumu sudah tinggi dan besar
Kini anak bungsumu sudah tidak disuapin saat sarapan
Kini anak bungsumu tidak dimasakkan air hangat  untuk mandi
Kini anak bungsumu tidak lagi harus ditemani tidur
Kini anak bungsumu tidak lagi rewel
Kini anak bungsumu tidak lagi membangkang omonganmu
Kini anak bungsumu tidak lagi manja
Kini anak bungsumu tidak lagi disetrikakan baju setiap pagi
Kini anak bungsumu tidak lagi dibangunkan saat pagi hari
Kini anak bungsumu tidak lagi egois
Kini anak bungsumu tidak lagi bertengkar dengan kakaknya
Kini anak bungsumu tidak lagi bisa bertemu
Kini anak bungsumu merindukanmu..
Anak bungsumu berusaha untuk tidak bersedih
Anak bungsumu menyibukkan diri dengan hal lain
Terkadang anak bungsumu melupakanmu
Maafkan anak bungsumu ya...
Anak bungsumu kebingungan mencari sandaran yang nyaman sepertimu
Dan takkan pernah ditemukan. Selain dirimu!
Anak bungsumu hanya bisa menangis semalam
Kecengengan anak bungsumu hanya teronggak pada tetesan air mata yang tersedu-sedu
Mengingat-ingat kenangan yang maha
Kerinduan yang maha
Tangisan yang tidak biasa
Ingatan yang terus menempel
Cintamu takkan gugur bagai daun kering
Dan aku masih yakin bahwa dirimu pun merindukanku
Rindu yang takkan usang
Kesedihan dan kehilangan yang takkan pupus dari ingatan
Dan air mataku takkan pernah mengering dari sumber cinta kasihnya

Dan akan tetap setia dengan cinta kasihnya hanya kepadamu…Ibunda 

Sabtu, 01 Februari 2014

Embun Pagi

Semut kecil menari diatas tembok yang miring
Embunpun menusuk daging mereka
Alangkah lucunya
Daun keringpun jadi basah
Embun membasahi semua tanpa terkecuali

Kesejukkan ini mulai disoroti Matahari
Tapi bukanlah matahari senja
Juga bukan matahari terik siang hari

Kopi hangat membeku
Jangan hati yang membeku
Cukuplah kopi ini

Kamis, 30 Januari 2014

Kesalahan atau Penutupan Sejarah???

Lajur kehidupan kian rasanya melankolis 
apabila tak bisa sedikit pun menengok napak tilas perjalanan terdahulu.
Hari ini semua tentang sejarah
Entah faktor apa yang menjadikan rasa ini 'enggan' untuk melihat sejarah??
Apa dari seseorang yang menyesatkan 'fakta sejarah' atau yang 'menimbun fakta sejarah'?
Sekali lagi entahlah....
Tapi hari ini bukan lagi hanya berbicara mengenai 'semangat'. Tapi strategi dan etika dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
Ironis rasanya ketika memang kita refleksikan hari ini dengan penyesatan sejarah
Untung rasanya diri ini dapat adaptif dan sedikit mengesampingkan emosional dari jiwa yang menggebu-gebu
Kali ini para pelaku penyesatan dan penutupan sejarah beruntung.
Anda dapat sedikit tenang dan merelaksasi strategi
Penanaman 'mindset' selalu dibangun dan menjadi jamur yang membeku dalam pikiran
Dan kali ini anda beruntung, karena 'mindset' saya telah menepis kebohongan yang anda bangun sejak awal.



Senin, 27 Januari 2014

Tak Yakin, Entahlah...

Rinduku tak semelankolis ini
Rasanya ingin mendekap erat tubuhmu
Mendekap sangat erat..erat..erat.
Bibir kaku tiada kata yang terucap
Hanya secerca gelora cinta yang menggebu

ooohhhh....
aku tak tahu inikah cinta ataupun bukan?
tapi aku merasa nyaman dan berbunga saat bersamamu.
dan sangat kacau saat berpisah.
Entah ini rasa apa?
Apa ini yang disebut cinta?

Dingin malam ini menghantarkanku ke kehangatan
Aku menggigil dan tanaman hanya menertawakanku
HAHAHAHAHHAHAHAHA.......
Aku hanya tertegun..
Aku merenung...
pantaskah diri ini menikmati sebuah kehangatan yang tulus?

Lucu sekali gegap gempita rasa ini
saya tak yakin ini cinta?
Tapi sebuah kesungguhan dan ketulusan dalam menikmati hidup untuk bersama.

#G