![]() |
| In Memoriam |
Air mata kian berguguran
Rindu
yang terhimpit
Menggelegar
seperti tangisan bayi
Daging
yang terkoyak
Ingatan
membuat deras air mata
Gigi
saling menggigit menahan rasa rindu yang terhimpit
Tatapan
mata yang dirindukan
Canda
tawa yang kurindukan
Perhatian
yang kurindukan
Ketulusan
cinta kasih yang kurindukan
Sosok
yang takkan pernah bisa tergantikan
Apapun
dan siapapun…
Sosok
tunggal yang hanya akan kekal dalam sanubari
Menangis…mengobati
rindu dan tak pernah ada yang tahu
Sedalam
atau sejauh apapun rindu itu hadir
Ku
panjatkan kasih dan doa bagimu
Bagimu
yang selalu hinggap kekal dalam hatiku
Anak
bungsu memang cengeng
Anak
bungsu memang lemah
Anak
bungsu memang butuh pelukanmu
Anak
bungsumu memang baru menangis semalam
Anak
bungsumu berikrar untuk setia pada cinta kasihnya
Anak
bungsu kini sudah beranjak dewasa
Berbeda
dengan anak bungsu 10 atau 15 tahun yang lalu
Dengan
keluguan dan kepolosan
Kini
anak bungsumu sudah tinggi dan besar
Kini
anak bungsumu sudah tidak disuapin saat sarapan
Kini
anak bungsumu tidak dimasakkan air hangat
untuk mandi
Kini
anak bungsumu tidak lagi harus ditemani tidur
Kini
anak bungsumu tidak lagi rewel
Kini
anak bungsumu tidak lagi membangkang omonganmu
Kini
anak bungsumu tidak lagi manja
Kini
anak bungsumu tidak lagi disetrikakan baju setiap pagi
Kini
anak bungsumu tidak lagi dibangunkan saat pagi hari
Kini
anak bungsumu tidak lagi egois
Kini
anak bungsumu tidak lagi bertengkar dengan kakaknya
Kini
anak bungsumu tidak lagi bisa bertemu
Kini
anak bungsumu merindukanmu..
Anak
bungsumu berusaha untuk tidak bersedih
Anak
bungsumu menyibukkan diri dengan hal lain
Terkadang
anak bungsumu melupakanmu
Maafkan
anak bungsumu ya...
Anak
bungsumu kebingungan mencari sandaran yang nyaman sepertimu
Dan
takkan pernah ditemukan. Selain dirimu!
Anak
bungsumu hanya bisa menangis semalam
Kecengengan
anak bungsumu hanya teronggak pada tetesan air mata yang tersedu-sedu
Mengingat-ingat
kenangan yang maha
Kerinduan
yang maha
Tangisan
yang tidak biasa
Ingatan
yang terus menempel
Cintamu
takkan gugur bagai daun kering
Dan
aku masih yakin bahwa dirimu pun merindukanku
Rindu
yang takkan usang
Kesedihan
dan kehilangan yang takkan pupus dari ingatan
Dan
air mataku takkan pernah mengering dari sumber cinta kasihnya
Dan
akan tetap setia dengan cinta kasihnya hanya kepadamu…Ibunda
