Jumat, 19 Juni 2015

Aku Bukan Kalian

Bermukim di bumi, bumi yang terbentang luas
Namun mata manusia tak mampu melihat dalam satu pandangan
Manusia yang tak selamanya bersalaman saat berjumpa
tak seperti kawanan semut yang berjalan beriringan saling bertegur sapa (katanya)

Simbol manusia bukan saling menyingkirkan, maupun menginjak
Keluarga dan orang terdekat menjadi orang pertama yang melawan
Melawan terhadap perlakuan yang menyakitkan
Sungguh sakit apabila dirasakan sendiri dan seorang diri

Bukan merasa sok kuat atau mampu
Tapi enggan untuk berucap
Enggan untuk berkeluh kesah
Rasanya diri ini tak perlu menyampaikan

Namun mengapa tak banyak hal yang bisa dilakukan
Mengikuti alurnya sungguh amat lelah
Lelah yang berarti
Namun kadang membuat belenggu kesakitan hati yang dalam
Namun aku hanya menelan ludah
Menunduk dan mencari alasan agar aku bisa dalam posisi yang salah

Posisi ini janganlah terlalu lama
Ingin rasanya menjadi manusia yang mampu mengindahkan
Membuat bangga tapi belum tentu mendapat prestise
Enggankah untuk membuatnya bangga?
Hanya pengungkitan yang aku terima
Hanya buaian yang selalu menyakitkan

Cukuplah rasa hormat ini
Namun aku belum mampu berdiri sendiri secara utuh
Masih membutuhkan pijakan yang lain

Mengertilah..
Dan buka selapang - lapangnya hati yang tulus
Aku bukan sekeping sampah
Bukan juga bangkai yang hanya terbujur tak bernyawa
Aku adalah sebagian kecil dari hidup kalian yang ingin merasakan indahnya pikiran kalian

Ini takkan lama rasanya....(sepertinya)
Membantu memang iya
Namun sakit apabila caranya tak lazim
Dalam prinsip memanusiakan manusia
Serta mengkeluargakan keluarga tidak menjadi jawaban pilu

Hasrat ini tulus hingga tak mampu berucap, namun masihkah aku tertegun dalam kesendirian?






Tidak ada komentar:

Posting Komentar