Generasi muda adalah manusia unggul yang sedang berada pada periode emas masa hidupnya. Mahasiswa sebagai salah satu elemen bangsa yang memiliki peran penting terhadap lajur perubahan peradaban. Mahasiswa juga bertindak sebagai Agent of change dari bentuk interpretasi terhadap persoalan – persoalan sosial. Mereka memiliki totalitas dalam penyampaian gagasan konstruktif dan segar bagi kemajuan bangsa ini.
Kaum intelektual yang diposisikan sebagai pewaris tunggal
bangsa ini mengalami pergeseran fungsi yang drastis. Tidak lagi menjadi garda
terdepan untuk senantiasa andil dalam perubahan peradaban, tapi kini mengalami
pergeseran dengan munculnya budaya baru dikalangan kaum intelektual.
Potret hitam moralitas kaum intelektual ditandai oleh fenomena
yang terjadi dimasa ini seperti tawuran, premanisme, narkoba, minuman keras hingga seks
bebas menjadi budaya baru di kalangan kaum intelektual. Tentunya fenomena ini
terjadi karena kurangnya filterisasi yang berdampak pada rusaknya dunia
pendidikan, sosial kemasyarakatan dan nilai-nilai spiritual. Perilaku munkar
yang terjadi sebagai bukti degradasi moral secara besar-besaran di kalangan
kaum intelektual.
Telah terjadi sebuah pergeseran nilai-nilai hakiki dari
sebagian mahasiswa dari menuntut ilmu dan menciptakan karya menjadi menikmati
hidup dan menikmati karya. Dengan kata lain tidak optimalnya internalisasi
Tridharma Perguruan Tinggi dikalangan mahasiswa.
Kepekaan mahasiswa terhadap suatu permasalahan dinilai baik
untuk mengawasi kinerja pemerintah. Dan sebagai bentuk penyampaian aspirasi,
mahasiswa kerap melakukan aksi demonstrasi yang menuntut, menolak atau
membatalkan kebijakan pemerintah. Akan
tetapi sangat disayangkan bentuk dari demonstrasi kadang lebih mengarah ke
kericuhan.
Dipandang secara moralitas, kericuhan merupakan bentuk
kekerasan yang menimbulkan perpecahan. Demonstrasi awalnya memang untuk
penyampaian aspirasi akan tetapi langkah yang dilakukan membuat malapetaka bagi
demonstran dan meresahkan masyarakat. Kadang kala demonstrasi mengatasnamakan
demokrasi hak asasi manusia, akan tetapi langkah yang dilakukan jauh dari
konsep sejatinya.
Alhasil, mahasiswa tidak lagi menciptakan karya dan
bertindak sebagai problem solver dari
permasalahan yang berkembang. Dan sejatinya mahasiswa harus memiliki moral
tinggi, kreativitas, dan peka terhadap permasalahan yang berkembang. Bentuk
pemecahan masalahnya pun dengan tindakan yang nyata dan langsung sebagai bukti
pengabdian kepada masyarakat serta berperan untuk mengatasi tantangan yang
berguna bagi masyarakat.
Kekosongan moralitas kaum intelektual menjadikan mereka
mudah terpicu dan terprovokasi untuk melakukan tindakan yang tak bermoral.
Kondisi ini sangat memprihatinkan dan harus dihentikan. Solusi dari potret
degradasi moral yang melanda kaum intelektual harus adanya perbaikan kondisi
sosial, penyaringan budaya dilingkungan mahasiswa. Selain itu, harus adanya
peningkatan kualitas diri mahasiswa dan penataan sistem social yang harus
berfungsi secara positif dan optimal.
Semua komponen bangsa mempunyai tanggung jawab penuh dan
berkewajiban untuk mencegah mahasiswa agar tidak terjerumus ke dalam lembah
hitam kekosongan nilai moral dan spiritual. Jika tidak ada kerjasama dari
seluruh komponen bangsa untuk menyelesaikan persoalan ini, maka masa depan
bangsa pun akan menjadi buih di lautan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar