Komunikasi
merupakan nilai hakiki dari insan manusia untuk menyampaikan isi pernyataannya
kepada manusia lain. Keberhasilan tindak komunikasi yang dilakukan oleh
komunikator dan komunikan merupakan bentuk tercapainya komunikasi yang efektif.
Takkan lekas berakhir persoalan komunikasi selalu dilakukan manusia di dalam
kehidupannya. Manusia dalam sehari dapat mengeluarkan isi pernyataannya dengan jumlah yang tak terhingga di awal dia bangun
tidur hingga tidur lagi untuk mengakhiri aktivitasnya dihari itu. Tentunya,
budaya komunikasi senantiasa dilakukan oleh semua insan manusia. Tapi didalam
perjalanannya, budaya komunikasi kadang menjadi tidak efektif dikarenakan ada
beberapa unsur komunikasi yang tidak terpenuhi.
Maka dari itu, perlu sebuah efektivitas dalam mewujudkan budaya
komunikasi yang optimal. Komunikasi bukan hanya antar individu saja, akan
tetapi berkomunikasi dengan massa yang jumlahnya lebih dari dua orang. Baik itu
melakukan tindak komunikasi di organisasi ataupun di ruang lingkup yang lebih
luas.
Salah satu faktor kemajuan masyarakat, diakui atau tidak, disebabkan oleh peran media massa. Namun sebaliknya, kekacauan, demoralisasi, dan tindak kekerasan yang timbul di masyarakat juga tidak bisa dilepaskan dari peran media massa. Dengan demikian, media merupakan faktor penentu kehidupan manusia. Ketertarikan masyarakat untuk mendapatkan informasi lebih cepat selalu di sajikan oleh sosial media dewasa ini. Peran sosial media dalam menyampaikan informasi kepada khalayak dinilai memiliki peran aktif dalam menjadi jembatan informasi untuk mengisi kerumpangan naluri ingin tahu masyarakat pada umumnya. Akses dalam mendapatkan informasi melalui sosial media pun menjadi lebih mudah dan kesegaran informasi pun menjadi maksimal. Kini bermunculan sosial media dalam menyampaikan informasi dan penyampaiannya selalu menjaga kesegaran dari informasi yang didapat dan langsung bisa diakses oleh masyarakat.
Teori
Technological Determinism Theory yang
dikemukakan oleh Marshall McLuhan pertama kali pada tahun 1962 dalam tulisannya
The Guttenberg Galaxi : The Making of Typographic Man. Ide dasar teori ini adalah bahwa perubahan
yang terjadi pada berbagai macam cara berkomunikasi akan membentuk pula keberadaan
manusia itu sendiri. Teknologi membentuk individu bagaimana cara berfikir,
berperilaku dalam masyarakat, dan teknologi tersebut akhirnya mengarahkan
manusia untuk bergerak dari satu abad teknologi ke abad teknologi lain. Misalnya,
dari masyarakat suku yang belum mengenal huruf menuju masyarakat yang memakai
peralatan komunikasi cetak ke masyarakat yang memakai peralatan komunikasi
elektronik.
Komunikasi
elektronik menjadi mempermudah penyampaian informasi. McLuhan berpikir bahwa
budaya kita dibentuk oleh bagaimana cara kita berkomunikasi. Ada beberapa
tahapan yang layak disimak. Pertama,
penemuan dalam teknologi komunikasi menyebabkan perubahan budaya. Kedua, perubahan di dalam jenis – jenis
komunikasi akhirnya membentuk kehidupan manusia. Ketiga, kita membentuk peralatan untuk berkomunikasi, dan akhirnya
peralatan untuk berkomunikasi yang kita gunakan membentuk kehidupan kita
sendiri. Maka dari itu, teknologi media elektronik sangat berperan penting
untuk jembatan informasi dan menjadi mediator terhadap persoalan yang
berkembang. Baik facebook, twitter, blog,
website dll sangat berperan
penting bagi penyampaian informasi yang aktual tepat dan berimbang.
Jakob
Oetama (2001) dalam bukunya Pers
Indonesia Berkomunikasi dalam Masyarakat Tidak Tulus pernah mengemukakan
bahwa pers bebas dinilainya tetap bisa lebih memberikan kontribusi yang
konstruktif melawan error and oppression (Kekeliruan
dan penindasan), sehingga akal sehat dan kemanusiaanlah yang bekerja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar