Jumat, 28 Juni 2013

JEMBATAN STRATEGIS PENYAMPAI INFORMASI



Komunikasi merupakan nilai hakiki dari insan manusia untuk menyampaikan isi pernyataannya kepada manusia lain. Keberhasilan tindak komunikasi yang dilakukan oleh komunikator dan komunikan merupakan bentuk tercapainya komunikasi yang efektif. Takkan lekas berakhir persoalan komunikasi selalu dilakukan manusia di dalam kehidupannya. Manusia dalam sehari dapat mengeluarkan isi pernyataannya dengan  jumlah yang tak terhingga di awal dia bangun tidur hingga tidur lagi untuk mengakhiri aktivitasnya dihari itu. Tentunya, budaya komunikasi senantiasa dilakukan oleh semua insan manusia. Tapi didalam perjalanannya, budaya komunikasi kadang menjadi tidak efektif dikarenakan ada beberapa unsur komunikasi yang tidak terpenuhi.  Maka dari itu, perlu sebuah efektivitas dalam mewujudkan budaya komunikasi yang optimal. Komunikasi bukan hanya antar individu saja, akan tetapi berkomunikasi dengan massa yang jumlahnya lebih dari dua orang. Baik itu melakukan tindak komunikasi di organisasi ataupun di ruang lingkup yang lebih luas.


Salah satu faktor kemajuan masyarakat, diakui atau tidak, disebabkan oleh peran media massa. Namun sebaliknya, kekacauan, demoralisasi, dan tindak kekerasan yang timbul di masyarakat juga tidak bisa dilepaskan dari peran media massa. Dengan demikian, media merupakan faktor penentu kehidupan manusia. Ketertarikan masyarakat untuk mendapatkan informasi lebih cepat selalu di sajikan oleh sosial media dewasa ini. Peran sosial media dalam menyampaikan informasi kepada khalayak dinilai memiliki peran aktif dalam menjadi jembatan informasi untuk mengisi kerumpangan naluri ingin tahu masyarakat pada umumnya. Akses dalam mendapatkan informasi melalui sosial media pun menjadi lebih mudah dan kesegaran informasi pun menjadi maksimal. Kini bermunculan sosial media dalam menyampaikan informasi dan penyampaiannya selalu menjaga kesegaran dari informasi yang didapat dan langsung bisa diakses oleh masyarakat.
Teori Technological Determinism Theory yang dikemukakan oleh Marshall McLuhan pertama kali pada tahun 1962 dalam tulisannya The Guttenberg Galaxi : The Making of Typographic Man.  Ide dasar teori ini adalah bahwa perubahan yang terjadi pada berbagai macam cara berkomunikasi akan membentuk pula keberadaan manusia itu sendiri. Teknologi membentuk individu bagaimana cara berfikir, berperilaku dalam masyarakat, dan teknologi tersebut akhirnya mengarahkan manusia untuk bergerak dari satu abad teknologi ke abad teknologi lain. Misalnya, dari masyarakat suku yang belum mengenal huruf menuju masyarakat yang memakai peralatan komunikasi cetak ke masyarakat yang memakai peralatan komunikasi elektronik.
Komunikasi elektronik menjadi mempermudah penyampaian informasi. McLuhan berpikir bahwa budaya kita dibentuk oleh bagaimana cara kita berkomunikasi. Ada beberapa tahapan yang layak disimak. Pertama, penemuan dalam teknologi komunikasi menyebabkan perubahan budaya. Kedua, perubahan di dalam jenis – jenis komunikasi akhirnya membentuk kehidupan manusia. Ketiga, kita membentuk peralatan untuk berkomunikasi, dan akhirnya peralatan untuk berkomunikasi yang kita gunakan membentuk kehidupan kita sendiri. Maka dari itu, teknologi media elektronik sangat berperan penting untuk jembatan informasi dan menjadi mediator terhadap persoalan yang berkembang. Baik facebook, twitter, blog, website dll sangat berperan penting bagi penyampaian informasi yang aktual tepat dan berimbang.
Jakob Oetama (2001) dalam bukunya Pers Indonesia Berkomunikasi dalam Masyarakat Tidak Tulus pernah mengemukakan bahwa pers bebas dinilainya tetap bisa lebih memberikan kontribusi yang konstruktif melawan error and oppression (Kekeliruan dan penindasan), sehingga akal sehat dan kemanusiaanlah yang bekerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar