Rabu, 23 Oktober 2013

IKRARKU TANPA PENGKHIANATAN

BERHENTI BERKARYA ADALAH SEBUAH PENGKHIANATAN” – SAFARIANSHAH Z

Sebagai intermezzo, aku orang yang sempat bimbang terhadap arah hidup yang selalu menarik ulur kesana kemari. Tapi semua tidak stagnan pada satu konteks itu saja tapi harus ada satu intervensi diri ini terhadap apapun yang aku lakukan, tak ayal demi masa depan ku ke depan. Menjadi realistis dan merasionalisasikan apa yang kita lakukan  yang bermuara pada satu hal “keistimewaan”.

Dalam kutipan diatas, seperti yang aku ungkapkan sebelumnya yaitu harus adanya intervensi diri dalam mengarahkan dirimu menjadi pribadi yang terarah. Apapun konteksnya perlu ada sebuah komitmen yang mengikat walaupun hanya untuk dirimu sendiri. Maka aku membuat ikrar sebagai bentuk refleksi penjagaan komitmen.

Pertama, janganlah berhenti untuk berkarya dan mencurahkan apapun yang ada didalam hati sebagai karya tulisan yang agung.
-          Indikator
1.      Aku hanya ingin menjadi mahasiswa yang mempunyai karya untuk mempertanggungjawabkan tridharma perguruan tinggi dan predikat ‘maha’ yang ku jalani.

2.      Aku menjawab tanggung jawab moralku terhadap isu degradasi moral dan pergeseran fungsional dari mahasiswa, yang kini lebih menikmati hidup dan menikmati karya akan aku ubah menjadi menuntut ilmu dan menciptakan karya.
3.      Aku mentargetkan untuk selalu menulis apa yang terjadi di interpersonal maupun intrapersonal dan menuangkan karyaku di blog : z.safarianshah.blogspot.com. Aku akan mengintervensi diri untuk menulis satu karya dalam satu hari secara intensif.
4.      Aku tak peduli dengan celotehan yang mengidentifikasi bahwa ‘memangnya semua orang pengen tahu tentang lo, sampe – sampe harus di update terus’. Aku hanya jawab, aku akan terus menulis dan berkarya agar aku tak mengkhianati diriku sendiri.

Kedua, jangan pernah berpikir negatif tentang dirimu sendiri dan orang lain.
-          Indikator
1.      Langkah akan stagnan apabila terus mengeluh dan mengkhianati diri ini. Sebagai contoh, kawan – kawanku ketika menghadapi sesuatu yang agak sulit jangan berpikir aku tak bisa, susah atau apapun tapi yang harus ada ialah ‘kerjakan dan nikmati’.
2.      Suatu hal yang sukar untuk dihadapi ialah melawan dari kebiasaan diri.
Ketiga,  Luangkan waktu untuk merenung, menulis dan menangis.
-          Indikator
1.      Ditengah beribu aktivitas yang kita jalani, luangkan lah sejenak untuk mrenungkan beberapa hal tentang diri kita, keluarga, kekasih, teman, dan segala sesuatu untuk dapat merelaksasi pemikiran kita dan untuk bermuhasabah diri. Hal ini bisa dilakukan dikamar sendirian dan sedikit memutar musik instrumental agar suasana menjadi romantis.
2.      Setelah merenung, pasti ada suatu hal apapun itu. Cobalah untuk menuliskannya disuatu tempat yang sering kamu lihat dan menjadi target langkah yang kamu lakukan kedepannya.
3.      Janganlah ragu untuk meneteskan airmata. Tiada salahnya seorang pria kekar sekalipun apabila dia mempunyai momentum untuk menangis, maka menangislah….
Karena dengan menangis lara didalam hati akan terobati, bahkan luarbiasanya efek dari mengangis ialah megobati rasa rindu terhadap seseorang yang kamu kasihi dan yang kamu cintai bahkan yang kamu istimewakan.
Keempat, Patenkan didalam hati ‘aku pribadi yang bermanfaat bagi oranglain dan keluarlah dari kebiasaan diri’
-          Indikator
1.      Banyak teori yang mengungkapkan bahwa manusia sebagai makhluk sosial ataupun homo valens sekalipun. Menjadi ironi ketika diri ini tak berguna bagi diri sendiri ataupun tak berguna bagi orang lain. Tapi hal ini bukan semata – mata kita memberikan peluang agar kita dimanfaatkan orang lain, tapi kita lebih mengumbar keikhlasan dan ketulusan dalam pertemanan dan dunia persahabatan yang kadang membuat kita ‘melow’.
2.      Cobalah buat dirimu keluar dari ‘flatisisasi’. Hahahha. Keluarlah dari sesuatu yang ‘flat’ atau datar. Tapi ini Bukan karena temanku sering memanggil aku flat, tapi ku coba untuk membalikkan konotasi ‘flat’ menjadi sesuatu yang berbeda. Silahkan buat list tentang aktivitasmu selama satu minggu ini, dan lihatlah secara holistic (menyeluruh), apa yang kamu lihat? Aktivitasmu itu – itu saja dan atau apakah ada sesuatu yang berbeda dengan aktivitasmu? Renungkan lah dan pahami bahwasannya kamu akan sukar untuk menyesuaikan diri dengan dunia baru dan jadilah pribadi yang ‘easy going’. Kamu apabila terus didalam aktivitas yang itu – itu saja, kamu akan terus menjadi seperti ayam, yang mempunyai aktivitas, makan, minum, tidur, berkembang  biak, bermain dan selesai. Tidak ada sesuatu yang membedakan dirimu dan ayam. Maka buatlah dirimu menjadi bermakna dan jangan sampai dirimu sendiri masih bingung untuk melakukan apa yang seharusnya kamu lakukan.

Ikrar ini akan saya akhiri dan sebagai pencetakan sugesti positif didalam benak ku untuk perubahan diri menjadi pribadi yang istimewa.


“Bergerak dan berkarya ciri manusia hidup tanpa kebohongan” – Safarianshah Zulkarnaen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar