Sebagai
intermezzo, aku orang yang sempat bimbang terhadap arah hidup yang selalu menarik
ulur kesana kemari. Tapi semua tidak stagnan pada satu konteks itu saja tapi harus
ada satu intervensi diri ini terhadap apapun yang aku lakukan, tak ayal demi
masa depan ku ke depan. Menjadi realistis dan merasionalisasikan apa yang kita
lakukan yang bermuara pada satu hal
“keistimewaan”.
Dalam
kutipan diatas, seperti yang aku ungkapkan sebelumnya yaitu harus adanya
intervensi diri dalam mengarahkan dirimu menjadi pribadi yang terarah. Apapun
konteksnya perlu ada sebuah komitmen yang mengikat walaupun hanya untuk dirimu
sendiri. Maka aku membuat ikrar sebagai bentuk refleksi penjagaan komitmen.
Pertama, janganlah berhenti untuk berkarya
dan mencurahkan apapun yang ada didalam hati sebagai karya tulisan yang agung.
-
Indikator
1. Aku hanya ingin menjadi mahasiswa
yang mempunyai karya untuk mempertanggungjawabkan tridharma perguruan tinggi
dan predikat ‘maha’ yang ku jalani.
2. Aku menjawab tanggung jawab moralku terhadap isu degradasi moral dan pergeseran fungsional dari mahasiswa, yang kini lebih menikmati hidup dan menikmati karya akan aku ubah menjadi menuntut ilmu dan menciptakan karya.
3. Aku mentargetkan untuk selalu
menulis apa yang terjadi di interpersonal maupun intrapersonal dan menuangkan
karyaku di blog : z.safarianshah.blogspot.com. Aku
akan mengintervensi diri untuk menulis satu karya dalam satu hari secara
intensif.
4. Aku tak peduli dengan celotehan
yang mengidentifikasi bahwa ‘memangnya semua orang pengen tahu tentang lo,
sampe – sampe harus di update terus’. Aku hanya jawab, aku akan terus menulis
dan berkarya agar aku tak mengkhianati diriku sendiri.
Kedua, jangan pernah berpikir negatif
tentang dirimu sendiri dan orang lain.
-
Indikator
1. Langkah akan stagnan apabila terus
mengeluh dan mengkhianati diri ini. Sebagai contoh, kawan – kawanku ketika
menghadapi sesuatu yang agak sulit jangan berpikir aku tak bisa, susah atau
apapun tapi yang harus ada ialah ‘kerjakan dan nikmati’.
2. Suatu hal yang sukar untuk dihadapi
ialah melawan dari kebiasaan diri.
Ketiga, Luangkan
waktu untuk merenung, menulis dan menangis.
-
Indikator
1. Ditengah beribu aktivitas yang kita
jalani, luangkan lah sejenak untuk mrenungkan beberapa hal tentang diri kita,
keluarga, kekasih, teman, dan segala sesuatu untuk dapat merelaksasi pemikiran
kita dan untuk bermuhasabah diri. Hal ini bisa dilakukan dikamar sendirian dan
sedikit memutar musik instrumental agar suasana menjadi romantis.
2. Setelah merenung, pasti ada suatu
hal apapun itu. Cobalah untuk menuliskannya disuatu tempat yang sering kamu
lihat dan menjadi target langkah yang kamu lakukan kedepannya.
3. Janganlah ragu untuk meneteskan
airmata. Tiada salahnya seorang pria kekar sekalipun apabila dia mempunyai
momentum untuk menangis, maka menangislah….
Karena
dengan menangis lara didalam hati akan terobati, bahkan luarbiasanya efek dari
mengangis ialah megobati rasa rindu terhadap seseorang yang kamu kasihi dan
yang kamu cintai bahkan yang kamu istimewakan.
Keempat, Patenkan didalam hati ‘aku pribadi
yang bermanfaat bagi oranglain dan keluarlah dari kebiasaan diri’
-
Indikator
1. Banyak teori yang mengungkapkan
bahwa manusia sebagai makhluk sosial ataupun homo valens sekalipun. Menjadi
ironi ketika diri ini tak berguna bagi diri sendiri ataupun tak berguna bagi
orang lain. Tapi hal ini bukan semata – mata kita memberikan peluang agar kita
dimanfaatkan orang lain, tapi kita lebih mengumbar keikhlasan dan ketulusan dalam
pertemanan dan dunia persahabatan yang kadang membuat kita ‘melow’.
2. Cobalah buat dirimu keluar dari
‘flatisisasi’. Hahahha. Keluarlah dari sesuatu yang ‘flat’ atau datar. Tapi ini
Bukan karena temanku sering memanggil aku flat, tapi ku coba untuk membalikkan
konotasi ‘flat’ menjadi sesuatu yang berbeda. Silahkan buat list tentang
aktivitasmu selama satu minggu ini, dan lihatlah secara holistic (menyeluruh),
apa yang kamu lihat? Aktivitasmu itu – itu saja dan atau apakah ada sesuatu
yang berbeda dengan aktivitasmu? Renungkan lah dan pahami bahwasannya kamu akan
sukar untuk menyesuaikan diri dengan dunia baru dan jadilah pribadi yang ‘easy
going’. Kamu apabila terus didalam aktivitas yang itu – itu saja, kamu akan
terus menjadi seperti ayam, yang mempunyai aktivitas, makan, minum, tidur,
berkembang biak, bermain dan selesai. Tidak
ada sesuatu yang membedakan dirimu dan ayam. Maka buatlah dirimu menjadi
bermakna dan jangan sampai dirimu sendiri masih bingung untuk melakukan apa
yang seharusnya kamu lakukan.
Ikrar
ini akan saya akhiri dan sebagai pencetakan sugesti positif didalam benak ku
untuk perubahan diri menjadi pribadi yang istimewa.
“Bergerak dan berkarya ciri manusia
hidup tanpa kebohongan” – Safarianshah Zulkarnaen
Tidak ada komentar:
Posting Komentar