Minggu, 29 Maret 2015

Mendatangi Keniscayaan

Pernahkah engkau bertanya pada sang malam?
Malam yang menelisik malu tanpa berbisik
Suara bergemuruh, bising dan hanya membutakan lisan
Lahirnya insan ke dunia dari rasa cinta yang hakiki
Dunia yang fana...
Dunia yang hanya meninabobokan rasa hormat
Dunia yang meluluhkan rasa segan, rasa enggan, rasa mencintai dan rasa mengayomi

Setitik cahaya malu bersinar
Nampak sedikit demi sedikit lahir ke permukaan
Bola mata sesungguhnya dekat dengan penglihatannya
Hidung pun begitu dekat dengan penciuman
Mulut yang berdekatan tutur kata
Tapi nurani tak sama

Tak begitu bringas seperti tuan pada budak
Tak begitu kejam seperti ibu tiri dalam cerita fiksi
Pesan yang tak pernah tersampaikan
Bahkan tak pernah terpikirkan
Hanyalah keniscayaan...
Malu pasti tertunduk dan angkuh pasti menegakkan lebih
Dunia fana ini bukan ajang eliminasi
Bukan juga saling menuding
Bukan juga menunggu keniscayaan
Tapi menjemput keniscayaan dari lorong yang amat tak terpandang

Jangan berteriak dalam diam karena nurani tak mampu menjangkau...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar