Selasa, 31 Maret 2015

Puitiskah Sang Malam ?

Senja terlalu manja dimalam ini
Bersandar pada dekapan yang begitu erat
Terkunci dalam kesunyian yang semakin merenta
Gelisah yang berubah menjadi gusar
Hanya renungan yang menunjukkan arah
Bukan arah menuju ketabuan
Tapi arah yang menghantarkan pada sosok yang menyenangkan

Jumpa dengan sang malam,
Selimut menjadi sahabat terbaik saat menggigil
Air menjadi jawaban atas dahaga yang menyerang
Rindu yang menjadi pusaran kekuatan
Bangkit dalam keheningan yang semakin sendu
Entahlah...

Melankolis...

Malam ini terlalu puitis dari malam malam sebelumnya
Keyakinan terlahir dari nalar dan nurani
Kegundahan yang semakin terkikis
Kerasnya batu pun akan termakan zaman

Malam yang sendu
Malam yang semakin merintih
Menginginkan berada pada peraduan
Tanpa adanya potret semu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar