Semilir angin terasa sejuk ditengah kesepian senja.
Putra sang Raja tengah pilu dengan sejuta kegundahan dalam hatinya.
Rumput seakan mentertawakan tingkah memilukan ini, apa yang terjadi ? entahlah...
Disini Putra sang Raja sudah terbiasa dengan kegundahan hatinya.
Walaupun hari ini hari yang indah, tapi dia tak menikmatinya...
Senja berganti malam,
Malam kian apatis memandang kepiluan Putra sang Raja, malam pun menutup sinarnya dan langit gelap gulita.
Ingin rasanya Putra sang Raja mengukir diatas gelapnya malam, tapi tiada daya...
malam pun sudah tak mau menjadi sandaran kepiluan Putra sang Raja
" Andai saja kau ikuti kata hatimu yang sesungguhnya, engkau takkan sepilu ini sang Putra Raja ? " ungkap sang malam dengan penuh belas kasihan dan sedikit kesal dengan tingkah Putra sang Raja
Putra sang Raja mulai merenungkan apa yang ia rasakan dan ia lakukan bahwa sesungguhnya ini bukan dunianya, tapi dunia yang berbeda.
" Biarkan diriku ini mencintai duniaku dengan cara ku sendiri " ujar Putra sang Raja dengan keegoisannya
Malam pun menjadi lebih tak memperdulikan walaupun sang Putra Raja adalah sahabatnya.
" Aku akan tetap didalam duniaku dan aku akan selalu disini " tegas Putra sang Raja
Malam hanya menjawab, " semoga kebaikan cinta akan selalu mengitari setiap langkahmu sang mahkota "
Bersambung......#1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar