Kata-Kata Asing
Dr. Soedjatmoko
dan peserta Kongres Bahasa menyinggung segala kegemaran orang Indonesia
menggunakan kata-kata asing, istimewa kata Inggris, di dalam percakapan dan
tulisan, sehingga dalam keputusannya kongres meminta perhatian khusus supaya
kata-kata Inggris diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Sehingga dalam
menggunakan bahasa jurnalistik kita selalu ingat supaya berhemat dengan
kata-kata asing, dahulukan penggunaan kata-kata bahasa sendiri, sebab bahasa jurnalistik
harus bahasa yang mudah dipahami oleh sebagian besar rakyat, maka wartawan
harus berusaha berhemat dengan kata-kata asing.
Dalam penulisan
berita olahraga terdapat istilah-istilah tertentu yang khusus terikat kapada
sesuatu cabang olahraga. Dunia sepak bola punya istilah-istilahnya sendiri,
begitu juga dunia bulu tangkis, atletik, dan sebagainya. Wartawan tidak dapat
seluruhnya menggalakkan apa yang dinamakan sports
language atau bahasa olahraga. Tetapi pembaca biasa tidak selalu mengerti
apa yang dimaksud dengan kata-kata asing itu. Oleh karena itu wartawan olahraga
hendaknya berusaha menciptakan kata-kata yang lebih mudah dimengerti, yang
diambil dari bahasa Indonesia atau bahasa daerah.
Contoh:
Gol Pablo Osvaldo pada injury time ke gawang Fiorentina
membuat AS Roma meramaikan persaingan memperebutkan tiket Liga Champions.
Yang benar:
Gol Pablo Osvaldo pada tambahan waktu ke gawang Fiorentina
membuat AS Roma meramaikan persaingan memperebutkan tiket Liga Champions.
Akronim
Akronim (bahasa Inggris:
acronym) ialah singkatan yang
dibentuk dari huruf-huruf kata uraian. Ada 4 macam akronim, antara lain:
1.
Akronim
nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya
dengan huruf capital. Contoh: DPR. Muka
lama di DPR mencalonkan lagi.
2.
Akronim
nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari
deret kata ditulis dengan huruf awal huruf capital. Contoh: Kapolri. 9 jenderal ramaikan bursa calon Kapolri.
3.
Akronim
yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf suku kata atau pun gabungan
huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil.
Contoh: gepeng (gelandangan dan pengemis). Menjelang
perayaan Idul Fitri Satpol PP kembali menjaring gepeng di sejumlah lokasi di
Jakarta.
4. Singkatan nama gelar. Contoh:
Dr. Yus Badudu dari Pusat Pembinaan dan
Pengembangan.
Dalam bahasa Indonesia jurnalistik
para wartawan diminta sejauh mungkin menghindari akronim, kalau pun terpaksa
janganlah lupa menuliskan kepanjangan serta makna akronim tersebut. Akronim memang mempunyai
manfaat untuk: menyingkat ucapan dan penulisan dengan cara yang mudah diingat.
Akan tetapi, bila kita terlalu sering dan semena-mena membuat akronim akan
menyusahkan pembaca. Bahasa jurnalistik menghindari hal itu.
Penghematan Melalui Ejaan
William L.
Rivers dalam bukunya “The Mass Media –
Reporting, Writing Editing” (1964) bercerita tentang pekerjaan copy editor atau editor naskah. Orang ini berada di antara pewarta (reporter) dengan pembaca. Tugas utamanya
adalah:
a.
Membenarkan kesalahan-kesalahan tata bahasa
(gramatika), ejaan, dan gaya bahasa (style)
b.
Membenarkan kekeliruan-kekeliruan fakta
c.
Mempertimbangan nilai berita
d.
Dengan cepat menyunting (editing) naskah yang mengandung banyak kembang kata sehingga
menjadi ringkas dan langsung.
Setiap surat
kabar paling tidak mempunyai wartawan yang bekerja di meja redaksi yang
tugasnya antara lain memeriksa dan membenarkan naskah yang disampaikan oleh
wartawan dan wartawan tersebut harus berpegang kepada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan.
Soal ejaan perlu
sekali diperhatikan oleh wartawan, karena kalau salah menuliskannya, maka
pembaca akan mengikutinya. Berbagai kesalahan masih dilakukan, tetapi yang agak
banyak tercatat ialah merangkaikan kata depan di, ke, dan dari. Padahal
menurut ejaan baru kata depan di, ke, dan
dari mesti terpisah dari kata yang
mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu
kata seperti kepada dan daripada.
Buku Pedoman Umum Ejaan
memberikan contoh sebagai berikut:
·
Puluhan kades di Lebak batal nyaleg
·
Israel lakukan serangan udara lagi ke Suriah
- Menurut
Boni Hargens, dari jumlah kursi yang diraih PKS pada pemilu
2009 sebanyak 57 orang dan semuanya kembali mencalonkan diri pada pemilu
2014
Memilih ejaan kata
yang tepat dalam bahasa Indonesia memang memerlukan sedikit kejelian. Pasalnya,
bahasa Indonesia banyak mempunyai bentuk kembar seperti risiko-resiko, Senin-Senen, sekadar-sekedar. Bentuk kembar terjadi
karena ada penyimpangan dari bentuk baku yang dipengaruhi bahasa daerah.
Penyimpangan bahasa baku itu, menurut Anton M. Moeliono (1985:106), memiliki
pola, antara lain:
a.
i menjadi e. Kemarin-kemaren; a menjadi e. Ambilkan-ambilken; u menjadi o. Belum-belom;
b.
f atau
v menjadi p. film-pilem dan variasi-pariasi; kh menjadi k atau h. akhir-akir-ahir; sy menjadi s. masyarakat-masarakat; z menjadi j. zaman-jaman;
c.
i+e menjadi i.
karier-karir; o+o menjadi o; koordinasi-kordinasi;
d.
–ps menjadi
–p. elips-elip; -ks menjadi –k. kompleks-komplek; -ksk- menjadi –sk-. ekskavasi-eskavasi; str- menjadi setr-. Struktur-setruktur; ai menjadi e. ramai-rame; au menjadi o. pulau-pulo;
s menjadi z. asas-azas; p menjadi f. pihak-fihak;
Tidak ada komentar:
Posting Komentar