Rabu, 23 Oktober 2013

CITA – CITAMU TAKKAN ABSOLUT


 “ semua insan takkan pernah puas dengan dunianya, dan kehidupannya akan senantiasa dinamis “ – SRZ

Aku punya dunia sendiri yang bergulat dengan dunia kewartawanan, bahkan semua orang pasti mempunyai focus tersendiri, apakah itu entrepreneurship, photography, penulis atau apapun.
Entah pemikiran gila apa yang melanda diriku saat ini.
Semasa SLTA aku berkeinginan untuk menjadi mahasiswa di Universitas terbaik dan aku sempat berusaha mencapai langkah tersebut, tapi seperti ada tourguide yang menuntun langkahku dalam arahan – arahan menuju dunia jurnalistik di IISIP Jakarta.
Tak pernah terbersit dalam laraku untuk menjadi wartawan, photographer, camera person, news reader atau apapun. Yang kuinginkan dulu hanya kepada ambisi yang membara sebagai Mahasiswa sastra, tapi stagnan karena ada tourguide yang sedikit membuatku berbelok dunia komunikasi.

Sekarang aku menduduki tahun kedua perkuliahan di bidang jurnalistik. Tapia ada sebuah keberuntungan yang luarbiasa, tapi bukan karena mendapat uang kaget atau apalah itu. Tapi aku dianugerahkan menjadi reporter/wartawan disalah satu media online yang sedang massa perkembangan. Lantas apa yang ku pikirkan dulu untuk menjadi wartawan sangat sulit apalagi mengimplementasikan teori sang founding father IISIP/ STP/ STD Hoeta Soehoet tentang Jurnalistik.


Sekilas saya berbangga menjadi bagian dari wartawan secara nyata dan menjadi mahasiswa yang menyandang predikat khusus sebagai wartawan. Kebanggaan ini tapi tak berjalan lama, empat bulan massa diriku ini menjadi wartawan dan belenggu birokrasi media dan kadang berbenturan dengan idealism yang senantiasa aku junjung tinggi. Lantas takkan pernah usai apabila terus dlam belenggu pikiran yang bisa seperti ini. Aku pun sempat merenung di kamar kost yang mempunyai luas 4 x 4 meter, tapi bukan luas kamar yang menentukan arah pikiranku, tapi ada sinar yang menginspirasiku untuk menulis segala hal yang ada dibenakku walaupun aku sukar untuk membuatnya seolah – olah menjadi yang spektakuler tapi ku sebut ini karya yang luarbiasa.

Episode #1
Bersambung....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar