Rabu, 23 Oktober 2013

Pengisi Angan Kekosongan

Pengisi angan kekosongan. Hal itu sebagai bentuk refleksi penanaman moral, keilmuan, kepribadian, keteguhan prinsip dan keberanian di HMI. Sistem perkaderan yang ditanamkan HMI berorientasi pada peningkatan kualitas diri. HMI menepis angan – angan yang ada di calon kader ketika di hadapkan dengan kegiatan perkaderan formal. Umumnya bentuk perkaderan di sejajarkan dengan perpeloncoan. HMI mengubah hebit organisasi yang keliru ini dengan menanamkan sistem perkaderan yang berbeda.
Dalam pergerakannya, HMI lebih menekankan pada peran mahasiswa sebagai pilar bangsa yang berada pada tataran kaum rasionalis. Langkah yang ditempuh pun harus berdasarkan alasan yang rasional. Takkan lekas berakhir ketika berbicara mengenai pergerakan mahasiswa khususnya pergerakan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dalam pergolakan kenegaraan.
Membangun jiwa kepemimpinan yang berintelektual, kritis dan islami merupakan tema yang diusung pada Latihan Kader 1 HMI Komisariat FISIP-IISIP Jakarta (8/5) di Villa Pemuda Sawangan, Depok. Tentunya hal ini menjadi pilar yang harus dipenuhi oleh kader HMI sebagai pembuktian tercapainya tujuan tersebut.
HMI akan senantiasa mendobrak arogansi kaum intelegensia dalam membuat kebijakan yang keliru. Eksistensi HMI dibuktikan dengan melahirkan kader yang berperan sebagai pemimpin. Daya kritis, rasional, pencipta, dan bertanggung jawab merupakan focus utama HMI dalam membuat langkah strategis ke depan. (rian)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar